Kamis, 06 Februari 2014

Pawiwahan

Halo teman-teman! Hari ini saya lagi membahas tentang pawiwahan di kelas saya. Yuk saya bagi2 apa itu pawiwahan dengan kalian! Semoga bermanfaat!

Pawiwahan adalah tradisi adat perkawinan Hindu di Bali (termasuk dalam manusa yadnya). Dalam pernikahan menurut pandangan orang bali disebutkan merupakan ikatan lahir bathin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan untuk membentuk keluarga (rumah tangga) yang berbahagia, harmonis dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Wiwaha atau nganten adalah ikatan suci dan komitment seumur hidup menjadi suami-istri dan merupakan ikatan sosial yang paling kuat antara laki laki dan wanita.

Wiwaha juga merupakan sebuah cara untuk meningkatkan perkembangan spiritual.

Lelaki dan wanita adalah belahan jiwa, yang melalui ikatan pernikahan dipersatukan kembali agar menjadi manusia yang seutuhnya karena di antara keduanya dapat saling mengisi dan melengkapi.

Wiwaha harus berdasarkan pada rasa saling percaya, saling mencintai, saling memberi dan menerima, dan saling berbagi tanggung jawab secara sama rata, saling bersumpah untuk selalu setia dan tidak akan berpisah.

Pawiwahan atau Pernikahan adat menurut orang bali pada hakekatnya adalah upacara persaksian kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa dan kepada masyarakat bahwa kedua orang yang bersangkutan telah mengikatkan diri sebagai suami-istri.

Beberapa Sarana Pawiwahan disebutkan berupa :
  • Segehan cacahan warna lima, Api takep (api yang dibuat dari serabut kelapa), Tetabuhan (air tawar, tuak, arak berem), Padengan-dengan`/`pekata-kalaan,Pejati
  • Tikar dadakan (tikar kecil yang dibuat dari pandan), Pikulan (terdiri dari cangkul, tebu, cabang kayu dadap yang ujungnya berisi periuk, bakul yang berisi uang), Bakul, Pepegatan terdiri dari dua buah cabang dadap yang dihubungkan dengan benang putih.

Rangkaian upacara pawiwahan merupakan pengesahan karena sudah melibatkan tiga kesaksian yaitu:
  • Bhuta saksi (upacara mabeakala),
  • Dewa saksi (upacara natab bantenpawiwahan, mapiuning di Sanggah /Merajan), dan
  • Manusa saksi (dengan hadirnya prajurudesa adat, birokrat, dan sanak keluarga/ undangan lainnya).

Manusa saksi diwujudkan secara hukum dalam bentuk Akta Perkawinan, Sesuai dengan Undang-Undang No. 1/1974 pasal 2, Akta Perkawinan itu dicatatkan pada Kantor Catatan Sipil.

Di Daerah Kabupaten yang kecil, pejabat catatan sipil kadang-kadang dirangkap oleh Bupati atau didelegasikan kepada Kepala Kecamatan.

Jadi tugas catatan sipil disini bukanlah “mengawinkan” tetapi mencatatkan perkawinan itu agar mempunyai kekuatan hukum.

Ada beberapa hal yang terkait dengan pawiwahan / perkawinan yaitu : 
  • Nyentana | mempelai laki-laki tinggal di rumah asal mempelai perempuan dan statusnya sebagai status mempelai perempuan dirumah istrinya ...
  • Upacara Pawiwahan Sadampati | upacara yang sangat sederhana, biayanya sedikit namun makna yang dikandung sangat tinggi, karena banten (upakara) yang digunakan  ....
  • Tugas dan kewajiban suami istri.
Untuk Urutan Upacara Pernikahan :
1. Upacara di rumah pengantin wanita :
2. Upacara di rumah pengantin lelaki :
  • Mareresik
  • Mapiuning di Sanggah Surya
  • Upacara suddi-wadhani
  • Mabeakala
  • Mapadamel
  • Metapak oleh kedua orang tua
  • Mejaya-jaya
  • Ngaturang ayaban
  • Natab peras sadampati
  • Pemuspaan / Sembahyang
  • Nunas wangsuhpada / bija
Untuk madelokan (kedua mempelai pulang menjengguk keluarga wanita), biasanya dilaksanakan setelah H+3 Pernikahan.
***
    Penyelesaian jenis - jenis perkawinan dijelaskan sebagai berikut : 

    Beberapa Tetandingan Banten Pawiwahan disebutkan sebagai berikut :

    Dan juga, doa untuk keselamatan penganten pada saat kita mengunjunginya sebagaimana yang disebutkan dalam mantra sembahyang sehari - hari, diucapkan dengan bait - bait berikut : 
    Om iha iwa stam mà wi yaustam
    wiswam àyur wyasnutam
    kridantau putrair naptrbhih
    modamànau swe grhe
     
    (Ya Tuhan, anugerahkanlah kepada pasangan penganten ini kebahagiaan, keduanya tiada terpisahkan dan panjang umur. Semoga penganten ini dianugerahkan putra dan cucu yang memberikan penghiburan, tinggal dirumah yang penuh kegembiraan.)

    Rabu, 29 Januari 2014

    SIWARATRI

    Halo teman-teman, berhubung sekarang (Rabu, 29 Januari 2014) merupakan hari Raya Siwaratri, yuk kita membahas sedikit tentang Siwaratri.

    Apa itu Siwaratri???
    1. Pengertian.
      Siwaratri adalah hari suci untuk melaksanakan pemujaan ke hadapan Hyang Widhi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa dalam perwujudannya sebagai Sang Hyang Siwa. Hari Siwaratri mempunyai makna khusus bagi umat manusia, karena pada hari tersebut Sang Hyang Siwa beryoga. Sehubungan dengan itu umat Hindu melaksanakan kegiatan yang mengarah pada usaha penyucian diri, pembuatan pikiran ke hadapan Sang Hyang Siwa, dalam usaha menimbulkan kesadaran diri (atutur ikang atma ri jatinya). Hal itu diwujudkan dengan pelaksanaan brata berupa upawasa, monabrata dan jagra. Siwarâtri juga disebut hari suci pajagran.
    2. Waktu Pelaksanaan.
      Siwaratri jatuh pada hari Catur Dasi Krsna paksa bulan Magha (panglong ping 14 sasih Kapitu).
    3. Brata Siwarâtri.
      Brata Siwaratri terdiri dari:
      1. Utama, melaksanakan:
        1. Monabrata (berdiam diri dan tidak berbicara).
        2. Upawasa (tidak makan dan tidak minum).
        3. Jagra (berjaga, tidak tidur).
      2. Madhya, melaksanakan:
        1. Upawasa.
        2. Jagra.
      3. Nista, hanya melaksanakan:
        Jagra.
    4. Tata cara melaksanakan Upacara Siwarâtri.
      1. Untuk Sang Sadhaka sesuai dengan dharmaning kawikon.
      2. Untuk Walaka, didahului dengan melaksanakan sucilaksana (mapaheningan) pada pagi hari panglong ping 14 sasih Kapitu. Upacara dimulai pada hari menjelang malam dengan urutan sebagai berikut:
        1. Maprayascita sebagai pembersihan pikiran dan batin.
        2. Ngaturang banten pajati di Sanggar Surya disertai persembahyangan ke hadapan Sang Hyang Surya, mohon kesaksian- Nya.
        3. Sembahyang ke hadapan leluhur yang telah sidha dewata mohon bantuan dan tuntunannya.
        4. Ngaturang banten pajati ke hadapan Sang Hyang Siwa. Banten ditempatkan pada Sanggar Tutuan atau Palinggih Padma atau dapat pula pada Piasan di Pamerajan atau Sanggah. Kalau semuanya tidak ada, dapat pula diletakkan pada suatu tempat di halaman terbuka yang dipandang wajar serta diikuti sembahyang yang ditujukan kepada:
          - Sang Hyang Siwa.
          - Dewa Samodaya.
          Setelah sembahyang dilanjutkan dengan nunas tirta pakuluh. Terakhir adalah masegeh di bawah di hadapan Sanggar Surya. Rangkaian upacara Siwarâtri, ditutup dengan melaksanakan dana punia.
        5. Sementara proses itu berlangsung agar tetap mentaati upowasa dan jagra.
          Upawasa berlangsung dan pagi hari pada panglong ping 14 sasih Kapitu sampai dengan besok paginya (24 jam).
          Setelah itu sampai malam (12 jam) sudah bisa makan nasi putih berisi garam dan minum air putih.
          Jagra yang dimulai sejak panglong ping 14 berakhir besok harinya jam 18.00 (36 jam).
        6. Persembahyangan seperti tersebut dalam nomor 4 di atas, dilakukan tiga kali, yaitu pada hari menjelang malam panglong ping 14 sasih Kapitu, pada tengah malam dan besoknya menjelang pagi.

    Cerita Singkat Liburan.

    Maaf sebelumnya karena telat sekali menuliskan atau meng-update blog saya tentang liburan karena saya masih sibuk mengumpulkan foto-foto yang akan saya publish berserta dengan cerita saya saat liburan. Berikut cerita saya mulai dari awal liburan yang saya persingkat. Selamat membaca ^_^




    Liburan saya diawali pada tanggal 21 Desember. Saya, Putri Syahidna, Astri Asvinia, Cok Shara, Cahya Jayatri, dan Vera Nandya makan bersama di Bali Bakery. Itu merupakan hari yang menyenangkan untuk mengawali liburan saya, karena saya bertemu teman-teman saya dan kita berbagi banyakkkkk cerita hihihi<3



    Pada tanggal 22 Desember 2013, tentu tanggal itu tidak asing lagi bagi kita para remaja dan orangtua-orangtua di Indonesia. Yak, 22 Desember merupakan hari ibu bagi seluruh ibu-ibu di Indonesia yang bertepatan pada hari senin. Saya pribadi tentu berinisiatif memberikan ucapan kepada ibu saya dan memberikannya bunga namun sebelum saya memberikan beliau bungan dan mengucapkan selamat, pada hari Senin di pagi harinya saya, Adryan, Aga, dan Baiq Putri mampir makan di Warung Adi Sanur sekitar pukul 11.30 setelah puas sarapan pagi yang cukup berat kami melanjutkan perjalanan untuk membelikan ibu saya bunga mawar setelah itu bukannya langsung mampir kerumah tetapi kami mampir ke rumah Ajeng, awalnya hanya sekedar bermain saja tetapi tanpa kita sadari ide untuk pergi keluar pun keluar dari pikiran kita dan kita melanjutkan perjalanan, tidak lupa saya mampir untuk pulang dan memberikan ibu saya bunga yang sudah saya beli setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke tempat favorite kami yaitu Starbucks hanya untuk sekedar nongkrong di sore hari.



    Keesokkan harinya, saya tidak merencanakan hal untuk pergi namun tanpa saya sadari Adryan dan Aga membawakan saya terang bulan keju susu sabar menanti, padahal awalnya saya hanya bercanda meminta mereka membelikan saya terbul tetapi kenyataannya mereka dengan ikhlas dan gratis membawakan terbul kerumah saya saat larut malam sekitar pukul 11 malam hahaha love love<3






    Pada 24 Desember 2013nya saya, Baiq Putri, Ryan Hagens, dan sahabat saya yang datang dari jakarta ke bali Astri Asvinia berencana untuk menonton film hasil karya anak bangsa yang berjudul Soekarno, setelah itu kami melanjutkan makan malam di Sushi Kiosk yang ditraktir oleh teman saya yang ganteng yaitu Ryan Hagens hahaha terima kasih gens<3



    Tgl 25 December tepat pada saat hari raya natal, kakak saya berulang tahun, tidak lupa saya memberikan surprise bersama teman-temannya juga. Sore harinya, lagi-lagi saya pergi ke Starbucks untuk nongkrong namun kali ini saya pergi bersama Adryan dan Abim. Tgl 26 Desember saat sore hari saya mampir kerumah teman saya di PCA hanya untuk sekedar bercerita dan setelah itu saya menghampiri Adryan, Aga, Abim dan Guskris yang sedang makan malam di Kafe Betawi Mall Bali Galeria.

    Keesokan harinya, tanggal 27 Desember saya dan Ajeng pergi ke Crystal Palace 66 untuk melihat sunset, Yup, kita hanya berdua saja hahaha kita menyebutnya "sunset-dating" hihihi sambil curhat curhat gitu dehh hahahha.



    Tanggal 28 Desember saya, kakak saya, adik sepupu, dan mama saya pergi jalan-jalan ke Beachwalk dan makan di kitchenette. Tanggal 30 Desember saya pergi kerumah teman lama saya yaitu Dwita Lestari bersama Astri Asvinia dan Baiq Putri, kita dijamu sangat baik oleh Dwita hahaha kita makan banyak makanan mulai dari tipat, rujak, es campur, mie, ayam tepung, capcay dan oleh-oleh coklat yang dibawanya dari Singapore hahahaha.






    Tanggal 31 Desember 2013, yup malam tahun baru, saya habiskan bersama sahabat-sahabat saya tercinta Adryan, Aga, Abim, Budi, Guskris, Vera Nandya, Mas Bayu, Baiq Putri Syahidna di "basecamp" kami hahaha kami berencana untuk sleepover dan menyaksikan kembang api dari lantai 2. Sambil mengisi dan menunggu pergantian tahun, kami bermain kartu, tertawa bersama dan bermain dare or dare hahahah sangat sangat sangat menyenangkan!! dan tanggal 1nya pun saya pulang kerumah dan tidur.



    Tanggal 2 januari 2014 saya awali tahun 2014 dengan pergi ke roti canai bunana bersama Adryan, Ajeng, Abim, Aga, Guskris, dan Vera Nandya dan dilanjutkan makan malam di Bubur Ayam Jakarta Bang Yossi. Tanggal 4 Januari 2014 saya pergi ke Warung Rujak Gula Bali The Joglo bersama Abim, Guskris, dan Adryan.


    Tanggal 5 Januari 2014 saya, Adryan, Aga, Guskris, Abim pergi mencari pencerahan ke pantai yang sangat indah yaitu Dreamland dan kita melanjutkan makan malam di Burgerking dan pada akhir hari, seperti biasa kita pergi ke Starbucks.



    Tanggal 6 Januari 2014 saya, ajeng, cahya, abim, aga, dan adryan menghabiskan siang hari kita di Coffe Secret's dan dilanjutkan "dating-cantik" ke starbucks lagi namun hanya saya dan ajeng saja hihihi<3 . Pada tanggal 7 saya pergi ke roti canai lagi bersama adryan, aga dan abim, lalu starbucks pada tanggal 8 dan ke Warung Made menemani mama saya arisan pada tanggal 9.

    Dan akhir liburan saya, saya akhiri dengan shooting tugas bahasa inggris di rumah gita untuk melakukan beberapa scene dan sebelumnya saya lagi-lagi "dating" bersama ajeng di Kantin Parahyangan untuk makan siomay favorite kita<3 hihiii



    itu merupakan liburan TER-PADAT dan TER-ASIK yang pernah saya alami, saya sangat bersyukur bisa pergi setiap hari bersama teman-teman dan keluarga yang saya cintai dengan keadaan sehat. Suksma Ida Sang Hyang Widhi Wasa<3



    Selasa, 28 Januari 2014

    CERITA RAKYAT BALI: JAYAPRANA DAN LAYONSARI

    Dua orang suami istri bertempat tinggal di Desa Kalianget mempunyai tiga orang anak, dua orang laki-laki dan seorang perempuan. Oleh karena ada wabah yang menimpa masyarakat desa itu, maka empat orang dari keluarga yang miskin ini meninggal dunia bersamaan. Tinggalan seorang laki-laki yang paling bungsu bernama I Jayaprana. Oleh karena orang yang terakhir ini keadaannya yatim piatu, maka ia puan memberanikan dirimengabdi di istana raja. Di istana, laki-laki itu sangat rajin, rajapun amat kasih sayang kepadanya.
    Kini I Jayaprana baru berusia duabelas tahun. Ia sangat ganteng paras muka tampan dan senyumnya pun sangat manis menarik.

    Beberapa tahun kemudian.

    Pada suatu hari raja menitahkan I Jayaprana, supaya memilih seorang dayang-dayang yang ada di dalam istana atau gadis gadis yang ada di luar istana. Mula-mula I Jayaprana menolak titah baginda, dengan alasan bahwa dirinya masih kanak-kanak. Tetapi karena dipaksan oleh raja akhirnya I Jayaprana menurutinya. Ia pun melancong ke pasar yang ada di depan istana hendak melihat-lihat gadis yang lalu lalang pergi ke pasar. Tiba-tiba ia melihat seorang gadis yang sangat cantik jelita. Gadis itu bernama Ni Layonsari, putra Jero Bendesa, berasal dari Banjar Sekar. Melihat gadis yang elok itu, I Jayaprana sangat terpikat hatinya dan pandangan matanya terus membuntuti lenggang gadis itu ke pasar, sebaliknya Ni Layonsari pun sangat hancur hatinya baru memandang pemuda ganteng yang sedang duduk-duduk di depan istana. Setelah gadis itu menyelinap di balik orang-orang yang ada di dalam pasar, maka I Jayaprana cepat-cepat kembali ke istana hendak melapor kehadapan Sri Baginda Raja. Laporan I Jayaprana diterima oleh baginda dan kemudian raja menulis sepucuk surat.
    I Jayaprana dititahkan membawa sepucuk surat ke rumahnya Jero Bendesa. Tiada diceritakan di tengah jalan, maka I Jayaprana tiba di rumahnya Jero Bendesa. Ia menyerahkan surat yang dibawanya itu kepada Jero Bendesa dengan hormatnya. Jero Bendesa menerima terus langsung dibacanya dalam hati. Jero Bendesa sangat setuju apabila putrinya yaitu Ni Layonsari dikawinkan dengan I Jayaprana. Setelah ia menyampaikan isi hatinya “setuju” kepada I Jayaprana, lalu I Jayaprana memohon diri pulang kembali.
    Di istana Raja sedang mengadakan sidang di pendopo. Tiba-tiba datanglah I Jayaprana menghadap pesanan Jero Bendesa kehadapan Sri Baginda Raja. Kemudian Raja mengumumkan pada sidang yang isinya antara lain: Bahwa nanti pada hari Selasa Legi wuku Kuningan, raja akan membuat upacara perkawinannya I Jayaprana dengan Ni Layonsari. Dari itu raja memerintahkan kepada segenap perbekel, supaya mulai mendirikan bangunan-bangunan rumah, balai-balai selengkapnya untuk I Jayaprana.
    Menjelang hari perkawinannya semua bangunan-bangunan sudah selesai dikerjakan dengan secara gotong royong semuanya serba indah. Kini tiba hari upacara perkawinan I Jayaprana diiringi oleh masyarakat desanya, pergi ke rumahnya Jero Bendesa, hendak memohon Ni Layonsari dengan alat upacara selengkapnya. Sri Baginda Raja sedang duduk di atas singgasana dihadap oleh para pegawai raja dan para perbekel baginda. Kemudian datanglah rombongan I Jayaprana di depan istana. Kedua mempelai itu harus turun dari atas joli, terus langsung menyembah kehadapan Sri Baginda Raja dengan hormatnya melihat wajah Ni Layonsari, raja pun membisu tak dapat bersabda.
    Setelah senja kedua mempelai itu lalu memohon diri akan kembal ke rumahnya meninggalkan sidang di paseban. Sepeninggal mereka itu, Sri Baginda lalu bersabda kepada para perbekel semuanya untuk meminta pertimbangan caranya memperdayakan I Jayaprana supaya ia mati. Istrinya yaitu Ni Layonsari supaya masuk ke istana dijadikan permaisuri baginda. Dikatakan apabila Ni Layonsari tidak dapat diperistri maka baginda akan mangkat karena kesedihan.Mendengar sabda itu salah seorang perbekel lalu tampak ke depan hendak mengetengahkan pertimbangan, yang isinya antara lain: agar Sri Paduka Raja menitahkan I Jayaprana bersama rombongan pergi ke Celuk Terima, untuk menyelidiki perahu yang hancur dan orang-orang Bajo menembak binatang yang ada di kawasan pengulan. Demikian isi pertimbangan salah seorang perbekel yang bernama I Saunggaling, yang telah disepakati oleh Sang Raja. Sekarang tersebutlah I Jayaprana yang sangat brebahagia hidupnya bersama istrinya. Tetapi baru tujuh hari lamanya mereka berbulan madu, datanglah seorang utusan raja ke rumahnya, yang maksudnya memanggil I Jayaprana supaya menghadap ke paseban. I Jayaprana segera pergi ke paseban menghadap Sri P aduka Raja bersama perbekel sekalian. Di paseban mereka dititahkan supaya besok pagi-pagi ke Celuk Terima untuk menyelidiki adanya perahu kandas dan kekacauan-kekacauan lainnya. Setelah senja, sidang pun bubar. I Jayaprana pulang kembali ia disambut oleh istrinya yang sangat dicintainya itu. I Jayaprana menerangkan hasil-hasil rapat di paseban kepada istrinya.

    Hari sudah malam Ni Layonsari bermimpi, rumahnya dihanyutkan banjir besar, ia pun bangkit dari tempat tidurnya seraya menerangkan isi impiannya yang sangat mengerikan itu kepada I Jayaprana. Ia meminta agar keberangkatannya besok dibatalkan berdasarkan alamat-alamat impiannya. Tetapi I Jayaprana tidak berani menolak perintah raja. Dikatakan bahwa kematian itu terletak di tangan Tuhan Yang Maha Esa. Pagi-pagi I Jayaprana bersama rombongan berangkat ke Celuk Terima, meninggalkan Ni Layonsari di rumahnya dalam kesedihan. Dalam perjalanan rombongan itu, I Jayaprana sering kali mendapat alamat yang buruk-buruk. Akhirnya mereka tiba di hutan Celuk Terima. I Jayaprana sudah meras dirinya akan dibinasakan kemudian I Saunggaling berkata kepada I Jayaprana sambil menyerahkan sepucuk surat. I Jayaprana menerima surat itu terus langsung dibaca dalam hati isinya:
    “ Hai engkau Jayaprana
    Manusia tiada berguna
    Berjalan berjalanlah engkau
    Akulah menyuruh membunuh kau

    Dosamu sangat besar
    Kau melampaui tingkah raja
    Istrimu sungguh milik orang besar
    Kuambil kujadikan istri raja

    Serahkanlah jiwamu sekarang
    Jangan engkau melawan
    Layonsari jangan kau kenang
    Kuperistri hingga akhir jaman.”

    Demikianlah isi surat Sri Baginda Raja kepada I Jayaprana. Setelah I Jayaprana membaca surat itu lalu ia pun menangis tersedu-sedu sambil meratap. “Yah, oleh karena sudah dari titah baginda, hamba tiada menolak. Sungguh semula baginda menanam dan memelihara hambat tetapi kini baginda ingin mencabutnya, yah silakan. Hamba rela dibunuh demi kepentingan baginda, meski pun hamba tiada berdosa. Demikian ratapnya I Jayaprana seraya mencucurkan air mata. Selanjutnya I Jayaprana meminta kepada I Saunggaling supaya segera bersiap-siap menikamnya. Setelah I Saunggaling mempermaklumkan kepada I Jayaprana bahwa ia menuruti apa yang dititahkan oleh raja dengan hati yang berat dan sedih ia menancapkan kerisnya pada lambung kirinya I Jayaprana. Darah menyembur harum semerbak baunya bersamaan dengan alamat yang aneh-aneh di angkasa dan di bumi seperti: gempa bumi, angin topan, hujan bunga, teja membangun dan sebagainya.
    Setelah mayat I Jayaprana itu dikubur, maka seluruh perbekel kembali pulang dengan perasaan sangat sedih. Di tengah jalan mereka sering mendapat bahaya maut. Diantara perbekel itu banyak yang mati. Ada yang mati karena diterkam harimau, ada juga dipagut ular. Berita tentang terbunuhnya I Jayaprana itu telah didengar oleh istrinya yaitu Ni Layonsari. Dari itu ia segera menghunus keris dan menikan dirinya. Demikianlah isi singkat cerita dua orang muda mudi itu yang baru saja berbulan madu atas cinta murninya akan tetapi mendapat halangan dari seorang raja dan akhirnya bersama-sama meninggal dunia.

    PESAN MORAL:
    1. Sifat kesetiaan seorang istri seperti Layonsari sangat perlu ditiru karena seberapa besar kesalahan seorang pria, kesetiaan wanita selalu menjadi yang utama.
    2. Berhati-hatilah berucap maupun bertindak jangan seperti Raja Kalianget yang termakan omongannya sendiri dan bersikap sangat arogan.

    Senin, 25 November 2013

    SAPTA TIMIRA

    Pengertian Sapta Timira
             
    Kata Sapta Timira Berasal dari bahasa Sansekerta dari kata “Sapta” yang berarti tujuh, dan kata “Timira” yang  berarti gelap, suram, awidya.  Jadi Sapta Timira  berarti “tujuh kegelapan”. Yang dimaksud tujuh kegelapan adalah tujuh unsur  atau sifat yang menyebabkan pikiran orang menjadi gelap/mabuk.


    Bagian - bagian Sapta Timira
                   
    Berdasarkan kitab kekawin Niti Sastra, disebutkan 7 macam unsur yang dapat menyebabkan orang menjadi mabuk (Awidya). Ketujuh unsur tersebut disebut Sapta Timira. Berikut adalah bagian-bagian dari Sapta Timira:

    1. 1.      Surupa            
    2. 2.      Dhana             
    3. 3.      Guna
    4. 4.      Kulina
    5. 5.      Yohana
    6. 6.      Sura
    7. 7.      Kasuruan

    1. Surupa

    Surupa artinya kecantikan atau ketampanan , kecantikan atau ketampanan dibawa semenjak kita lahir dan merupakan anugrah Hyang Widhi Wasa. Bagi yang mendapat anugrah wajah cantik dan tampan harus bersyukur atas anugrah tersebut. Namun, tidak semestinya takabur, apalagi dimanfaat untuk kepentingan Adharma.

    Dampak Positif.
               
    Kecantikan semestinya diimbangi dengan budi pekerti yang baik. Seseorang yang dapat mengimbangi kecantikannya dengan moral yang baik,  mungkin akan seperti gambar disamping.
    Disamping adalah gambar artis yang terkenal akan kecantikannya. Selain bermodal keacantikan. Seorang artis harus mempunyai moral yang baik, karena artis sering kali menjadi panutan para penggemarnya. Jika semua artis memiliki moral yang brobok, maka jadi seperti apakah dunia ini?

    Dampak Negatif.

    Diatas sudah di jelaskan, bagi yang mendapat anugrah wajah cantik dan tampan harus bersyukur atas anugrah tersebut. Namun, tidak semestinya takabur, apalagi dimanfaat untuk kepentingan Adharma. Seperti gambar disamping, ini adalah contoh suatu kecantikan yang tidak diimbangi dengan moral yang baik.


    2. Dhana

    Dhana berarti memiliki kekayaan. Kekayaan sungguh banyak gunanya . Untuk itu, semua orang berhak memperoleh kekayaan, menyiapkan ketrampilan, disiplin, dan rajin sembahyang merupakan salah satu untuk memperolehnya.

    Dampak Positif.
               
    Jika membicarakan dampak positif dari Dhana, nah, inilah salah satunya. Jika seseorang di anugrahi kekayaan oleh tuhan, alangkah baiknya jika jika sebagian dari hartanya di sumbangkan kepada fakir miskin. Meskipun jumlahnya sedikit, tetapi maknanya sangat besar bagi penerimanya.

    Dampak Negatif.

    Kekayaan memang sangat berarti bagi semua orang, tetapi dalam memperolehnya, jangan memakai cara yang melawan Dharma (Adharma). Seperti Gayus, yang menghalalkan segala cara untuk mendapat kekayaan. Nah, itulah dampak negatif dari Dhana.


    3. Guna

    Guna artinya kepandaian. Kepandaian bagaikan pisau bermata dua, jika berada pada yang baik mental dan moralnya akan menjadi suatu yang amat berguna, dan jika berada pada orang yang bermoral brobok  maka hancurlah dunia dan segala isinya.

    Dampak Positif.

     Gambar disamping adalah salah satu contoh dampak positif dari Guna atau kepandaian. Beliau adalah Enstein, yaitu seorang penemu yang penemuannya sudah diakui, dan sangat bermanfaat bagi dunia. Ini adalah suatu bentuk dimana Guna atau kepandaian disertai dengan moral yang baik.

    Dampak Negatif.

    Bom atom yang di jatuhkan di Hiroshima dan Nagashaki adalah salah satu contoh dampak negatif Guna. Ini merupakan dampak jika Kepandian(Guna) disertai dengan budi pekerti yang kurang. Sama seperti yang sudah di jelaskan diatas bahwa Guna atau kepandaian jika berada pada orang yang bermoral brobok  maka hancurlah dunia dan segala isinya.


    4. Kulina
              
    Kulina berarti keturunan. Keturunan di dalam beberapa masyarakat dunia memegang peranan penting, karena dari keturunan ia akan dikenal siapa sebenarnya dia itu. Orang dari keturunan keluarga terhormat, seperti putra raja, artis, orang-orang berjasa, berbudi baik dll. Karena banyak cucunya, sampai anak cucunya menerima pengahargaan itu.

    Dampak Positif.

    Dampak positif dari Kulina atau keturunan adalah dari keturunan ia akan dikenal siapa sebenarnya dia itu. Seperti gambar berikut. Ini adalah gambar presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Ia sangat terkenal dan sangat dihormati di seluruh dunia. Karena Obama memiliki banyak saudara, mungkin Saudaranya itu juga mendapatkan gelar kehormatan (sebagai saudara Obama) 

    Dampak Negatif.

    Mabuk karena keturunan adalah langkah yang menyesatkan diri sendiri karena akan tertanam sifat yang sombong, angkuh, dan merendahkan orang lain. Seperti Ibu mantan Presiden RI. Megawati . Beliau selalu menyombongkan bahwa ia adalah anak
    Presiden pertama RI Ir. Soekarno


    5. Yohana
             
    Yohana artinya masa remaja/muda. Masa ini penuh gejolak, kreativitas, kekuatan, kecerdasan, dan keindahan yang sangat hebat.

    Dampak Positif.

     Masa remaja(Yohana) adalah masa dimana seseorang sangat rentan terhadap pengaruh buruk dari luar. Alangkah baiknya masa remaja ini diisi dengan  kegiatan yang positif seperti gambar disamping. Ini adalah gambar Sekaa Teruna Teruni yang sedang ngayah. Kegiatan seperti ini sangat  bagus untuk meningkatkan moral anak remaja.

    Dampak Negatif.

    Masa remaja adalah masa terindah, untuk itu jangan mabuk ketika memasuki masa ini. Yang dianggap mabuk pada masa iniantara lain kebut-kebutan, merokok, bermalas-malasan, berkelahi dll. Akibatnya yaitu menjadi pemuda yang tak berguna dan hanya menjadi beban orang tua.


    6. Sura

    Sura artinya minuman keras. Dalam upacara Hindu, minuman keras diperuntukan bagi Bhuta Kala, seperti tuak dan brem. Selain minuman tersebut beredar juga minuman keras lain, seperti bir, whiskey, brendy dll. Yang berakibab buruk bagi kesehatan tubuh.

    Dampak Positif.
              
    Dalam agama Hindu, minuman keras banyak digunakan untuk upacara agama seperti, Tuak, Arak, Brem dll. Yang peruntukan untuk Bhuta Kala.

    Dampak Negatif.
             
    Minuman keras atau alkohol sangat bertentangan dengan nilai kesucian hidup. Akibat mabuk kesehatan menjadi terganggu, mengacau masyarakat, tabrakan, pemerkosaan, bahkan ada yang sampai membunuh karena mabuk.


    7. Kasuran

    Kasuran artinya berani. Setiap orang perlu mempunyai keberanian, tanpa keberanian hidup cenderung menderita
               
    Dampak Positif.

    Ini adalah salah satu dampak positif dari Kasuran atau keberanian. Lihat gambar di samping, ini adalah gambar prajurit perang yang berani mati untuk membela negaranya.

    Dampak Negatif.

    Keberanian yang melanggar Dharma adalah mabuk keberanian, sebagai contoh gambar disamping, mereka berani bertarung mati-matian hanya karena merebutkan hal yang sepele.



    Kesimpulan :

    Sapta Timira adalah tujuh kegelapan yang membuat seseorang mabuk.
    Selain Sapta Timira memiliki dampak negatif,  jika dapat dikendalikan Sapta Timira bisa berdampak positif dalam kehidupan kita

    Senin, 18 November 2013

    Manfaat "Kamboja" bunga khas pulau Bali

    Bunga kamboja, mungkin bunga yang satu ini identik dengan dunia mistik dan horornya,..Tanaman kamboja ini di satu sisi fisiknya kelihatan indah namun karena sering ditanam dan tumbuh di sekitar kuburan membuat tanaman ini identik dengan hal-hal yang gaib dan mistik. Namun bila kita telusuri lebih jauh lagi ternyata kandungan bunga kamboja cukup banyak manfaatnya bagi tubuh. Mayoritas  penduduk di Indonesia memang  belum banyak yang memanfaatkan fungsi tanaman kamboja,  selain digunakan untuk penghias taman kuburan. Namun di beberapa daerah seperti diBali, bunga kamboja selain digunakan sebagai tanaman hias, tanaman kamboja juga digunakan untuk menggelar berbagai upacara keagamaan, penenang jiwa, dan lainnya. Mungkin belum banyak yang mengetahui bahwa bunga kamboja juga bisa dimakan layaknya bunga-bunga lainnya seperti bunga pepaya dan bunga turi. Khasiat memakan bunga kamboja ini antara lain untuk meredakan demam, menghentikan batuk, melancarkan keluarnya air seni, menghentikan mencret, dan lainnya. Dan berikut ini merupakan contoh pemanfaatan tanaman kamboja untuk kesehatan.


    • Antibiotik dan Mengobati Sakit Gigi
      Getah kamboja mengandung alkaloid, tanin, flavonoid dan triterpenoid yang sangat bermanfaat untuk antibiotik, tentunya dengan dosis yang tepat. Tanaman kamboja juga disebut sangat ampuh untuk mengobati sakit gigi berlubang.Caranya yakni dengan mengambil beberapa tetes getah kamboja dengan menggunakan kapas, kemudian letakkanlah kapas tersebut pada gigi yang sakit. Dosisnya cukup 1-2 kali saja perhari.Meski demikian, perlu diperhatikan bahwa pengobatan dengan getah tersebut sifatnya hanya sementara dan tidak bisa difungsikan untuk menuntaskan rasa sakit gigi tersebut.
    • Teh Bunga Kamboja
      Begitu juga dengan bunga kamboja yang dikonsumsi dengan cara menyeduhnya dengan teh sangat berkhasiat untuk memberikan efek sejuk untuk pencernaan Anda. Makanya sebaiknya Anda meminum teh bunga kamboja ini secara rutin untuk merasakan khasiatnya secara nyata.
    • Mengobati Bisul
      Cara pemakaian untuk mengobati bisul ialah dengan cara memanaskan daun kamboja di atas api sampai layu, kemudian olesi dengan minyak zaitun. Lalu, daun tersebut ditempelkan pada bisul dalam keadaan masih panas.
    • Mengobati Kaki Bengkak
      Akar dan batang kamboja juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati kaki bengkak dan tumit yang pecah-pecah. Caranya dengan merebus akar dan daunnya sampai mendidih kemudian tambahkan garam mineral. Lalu gunakan air rebusan daun, akar, dan garam tersebut untuk merendam kaki yang bengkak dua kali sehari.
    • Gonorrhoea dan Borok
      Ada yang meyakini bahwa dengan meminum rebusan akar kamboja, penderita penyakit menular seksual (PMS) kencing nanah atau gonorrhoea dapat dibantu mengatasinya. Oleskan getah kamboja pada borok yang sudah dicuci dengan air hangat.
    • Sebagai Makanan dan Minuman
      Jangan terkejut jika bunga kamboja juga bisa dimakan, dan dibuat teh. Untuk tujuan konsumsi, sangat dianjurkan memilih yang organik, yaitu kamboja yang ditanam dan dirawat tanpa menggunakan bahan kimia. Persiapannya mudah saja, ambil beberapa bunga, lalu cuci bersih menggunakan air dingin. Keringkan dengan kertas pengering. Selanjutnya bunga itu dapat langsung dicampurkan dengan sayur selada untuk salad. Kelopak bunga kamboja yang segar dapat juga ditaburkan di atas nasi putih atau merah untuk menambah aroma dan keindahan sajian. Bisa juga digoreng dengan tepung untuk camilan, seperti tempura khas Jepang.